Sebuah cerita dimana dulu, seorang anak abu-abu yang tentu semu, berusaha. Berjuang. Menuntut kalbu yang sendu untuk terus maju, walaupun sendu dirasakan. Mungkin memang remang, mungkin menang gelap. Tapi ia tak pernah padam. Dalam semangat, dalam cita, dan harapan. Ketahuilah! memang fana, tapi apakah semuanya akan sama? itu pilihanmu, itu jalanmu.
Kala kumenunggu hujan berhenti menitik
Di persimpangan jalan itu kulihat
wajahmu
Berbalut debu bercampur air dan bersimbah
kejamnya kehidupan
Tubuh kecilmu yang lemah dan ringkih
Tak yakin tuk menapaki jalan yang
pedih
Kautatap masa depan
yang kelabu
Kau ungkap cita fana di
hatimu
Dan kau ukir harapan
yang semu
Namun tiada asa padamu pudar
Bagai lilin yang tak ingin
terpadamkan
Kala gerimis berhenti terjatuh
Butiran bening di pipiku menggantikan
hujan
Ia mendekatiku dan menengadahkan tangan
Inilah sebuah kisah anak manusia yang terlalu
nyata
Dalam memperjuangkan tiap hela nafasnya
Comments